Daftar Sekarang

INFO PENTING

Dalam Memperingati Bulan Asyuro Kang masrukhan Beserta Keluarga Besar Asosiasi Parapsikologi Nusantara Mengadakan Acara Aktivasi Nur Qolbu Gratis Info Lebih Lanjut Silahkan Klik Disini

NurQolbu.com

Hal besar selalu dimulai dengan hal yang terkecil. Berawal dari satu pemikiran kecil, apabila terus dikembangkan akan memunculkan satu mindset yang besar

Refleksi dari ungkapan tersebut tertuang pada pemikiran kecil Kang Masrukhan sebagai pakar ilmu Kebatinan dan Guru Ilmu Hikmah tentang aktivasi Nur Qolbu. Pengalaman beliau sebagai konsultan spiritual selama bertahun-tahun mengantarkan beliau pada jawaban atas pertanyaan “Bagaimana cara seseorang menemukan jalan kebahagiaan dan kesuksesan dunia maupun akhirat?”

Dalam kehidupan ini, manusia diciptakan dengan 3 bekal utama untuk membangun diri. Tiga (3) hal yang menjadi modal manusia yaitu materi, sosial dan spiritual. Ketiga poin penting dari manusia inilah yang menjadi ide untuk mengolah jalan menuju kebahagiaan hidup dalam aktivasi Nur Qolbu . Mempertimbangkan ketiga aspek, yaitu :

  1. Materi (IQ)

Materi menjadi hal yang dianggap paling penting bagi kehidupan manusia karena hanya dengan materi manusia bisa hidup sejahtera. Materi bisa dicari dengan adanya kecerdasan Intelektual, oleh karena itu bekal materi disebut juga Intelektual Quotient (IQ). Keterampilan dan Pengetahuan termasuk dalam kecerdasan intelektual yang penting untuk dikembangkan. Fungsi IQ adalah “to think”, untuk berpikir, membentuk pola pikir dan membentuk mind set tentang kehidupan dengan segala isinya. Robert Stenberg, seorang ahli psikolog dari Yale mengatakan, “Bila IQ berkuasa itu karena diri kita membiarkannya berkuasa dan bila kita terus membiarkannya berkuasa maka diri kita termasuk penguasa yang gagal.”

Hal ini menunjukkan bahwa IQ bukanlah satu poin yang utama, manusia masih memiliki 2 poin penting lainnya.

  1. Sosial (EQ)

Sosial merupakan landasan diri manusia, dimana ada istilah bahwa manusia adalah makhluk sosial. Sosial mengaktifkan peranan manusia sebagai makhluk yang tidak bisa hidup tanpa makhluk lain. Modal sosial yang diberikan Tuhan kepada manusia ini diwakili oleh satu kecerdasan yang disebut kecerdasan emosi atau istilah Emotional Quotient. EQ memiliki fungsi “to feel”, untuk merasa yang kuncinya terletak pada kejujuran pada suara hati. Seberapa jauh kita menguasai hati, merasakan perasaan terdalam pada diri kita. Kemampuan akademik, prestasi di bidang pendidikan, predikat kelulusan dan Tingginya gelar pendidikan Perguruan Tinggi bukanlah tolok ukur kesuksesan seseorang. Bahkan menurut hasil penelitian McCleland pada 1973 tentang Testing for Competence Rather than Intelligent yang menyatakan “Seperangkat kecakapan khusus seperti empati, disiplin diri dan inisiatif akan membedakan antara mereka yang sukses sebagai bintang kinerja dengan yang hanya sebatas bertahan di lapangan pekerjaan.”

  1. Spiritual (SQ)

Spiritual Quotient dapat didefinisikan sebagai kecerdasan untuk mengetahui persoalan makna yang digunakan untuk menempatkan diri, menentukan perilaku hidup dalam konteks manusia sebagai makhluk Tuhan. Kecerdasan Spiritual menempatkan manusia untuk memaknai tindakan dalam menentukan jalan hidup yang lebih bermakna dibandingkan poin lainnya. Kecerdasan Spiritual memiliki fungsi “to know” siapa manusia itu sebenarnya. Mengetahui diri pribadinya dan mengetahui bagaimana dirinya berasal, bagaimana dirinya ada dan apa tujuannya manusia hadir di dunia ini.

SQ menjadi landasan bagi manusia untuk mengaktifkan fungsi IQ dan EQ, yang berarti bahwa SQ lah yang memegang peranan paling penting, SQ merupakan kecerdasan tertinggi manusia.

Kecerdasan Spiritual mampu memberikan pengaruh pada pola pikir, tingkah laku, sikap dan perilaku dalam kehidupan dan menghadapi segala urusan dunia menuju kehidupan akhirat. Energi Kecerdasan Spiritual perlu diaktifkan agar manusia mampu menguasai IQ dan EQ nya. Energi Spiritual yang telah aktif mampu menjadikan manusia sebagai penguasa yang baik atas dirinya dan kehidupannya.